Friday, June 17, 2022

Sosialisasi Pengguan Kendaraan Listrik Terus Ditingkatkan

Sosialisasi Pengguan Kendaraan Listrik Terus Ditingkatkan


Penggunaan kendaraan listrik (EV)), baik secara global maupun nasional sangat berkembang pesat. Terutama pemanfaatannya untuk penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dari aspek regulasi maupun manufaktur, pemanfaatan EV di Indonesia cukup pesat. 


Staf Khusus Menteri Perhubungan Budi Setiyadi menilai penggunaan nikel kaitannya kendaraan listrik di Indonesia akan memberikan dampak ekonomi. Percepatan penggunaan kendaraan listrik yang tengah diupayakan Pemerintah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Perhubungan, bakal diiringi dengan menurunnya subsidi BBM yang cukup besar. 


"Karena sebagian besar populasi kendaraan kita sebagian besar berbahan bakar fosil. Hanya barangkali masyarakat belum memahami dan menyadari. Kalau secara bertahap masyarakat akan beralih ke elektrik nikel, tentunya akan terjadi pengeluaran rumah tangga yang semakin berkurang," ujar Budi dalam bedah buku "Towards the Age of Electric Vehicles" yang diselenggarakan Pengurus Pusat Kelyarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). 


Eks Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub itu menjelaskan, Kementerian Perhubungan secara sigap merespon Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, dengan mendorong dari aspek manufakturing dan permodalannya. 


"Motor-motor yang sekarang masih dengan bahan bakar fosil nantinya akan diganti dengan motor listrik, ini sudah kita lakukan dan sekarang akan ada percepatan. Sebetulnya sebelum adanya wacana tentang electric vehicle (EV), kita sudah mulai juga. Namun demikian tidak begitu masif, kita sebelumnya telah mengembangkan kendaraan yang sifatnya hybrid," jelasnya. Pihaknya menilai, saat ini Indonesia telah memasuki era energi baru di bidang kendaraan listrik. 


Indonesia termasuk negara yang cukup besar menyangkut masalah produksi industri otomotif. Indonesia, kata Budi, termasuk berada di nomor 14. Dibandingkan Thailand, Indonesia memang masih di bawah. Namun secara pertumbuhan kendaraan yang diproduksi di Indonesia mencapai angka sekitar 63 persen. Kata Budi, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan Thailand.


"Pada saatnya nanti, saya percaya kalau kemudian kendaraan sepeda motor atau Indonesia sebagai basis produksi atau manufakturing kendaraan listrik, tentunya kita akan menyalip Thailand," ujarnya. 


Budi menjelaskan, Kemenhub melakukan percepatan untuk mendorong program kendaraan bermotor listrik sebagaimana yang diamanatkan Perpes 55 tahun 2019. Langkah pertama, jelas Budi, adalah membuat Permenhub nomor 65 tentang konversi yang telah diselesaikan. Kemudian, jelas Budi, pihaknya sedang merancang aspek regulasi. Pasalnya, Perpres Nomor 55 kemudian membuat semua Kementerian dan Pemda bergerak. 


Bahkan pihaknya belakangan juga diminta untuk segera menyelesaikan tentang instruksi Presiden mengenai penggunaan kendaraan listrik atau mobil listrik terutama untuk kementerian dan lembaga. "Kami saat ini sedang merancang Permenhub tentang konversi kendaraan bermotor, kami sedang selesaikan mengenai masalah konversi. Rancangan ini sudah pada tahap terakhir pada tahap harmonisasi di Kemenhub," jelasnya. 


Pihaknya berharap penggunaan kendaraan listrik juga dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya, menurut Budi, ada aspek kemudahan dan dampak lain yang akan dirasakan. Menurut Budi, kendaraan listrik lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. 


"Pak Menhub juga sangat komit untuk memberikan contoh dan kepercayaan kepada masyarakat tentang kendaraan listrik. Kemenhub saat ini sudah menggunakan mobil listrik untuk pejabat eselon 1 dan 2 untuk mobil operasional." 


"Saya harap buku ini akan melengkapi terhadap upaya pemerintah dalam rangka percepatan penggunaan termasuk produksinya, termasuk untuk kepentingan masyarakat. Yang paling penting dari apa yang dilakukan pemerintah adalah peningkatan aspek ekonomi yang ditimbulkan oleh penggunaan motor listrik, baik untuk kepentingan nasional maupun global," pungkasnya.


Sumber : mediaindonesia.com 

Thursday, June 16, 2022

Toyota Bangun Pusat Edukasi Kendaraaan Listrik di Indonesia

Toyota Bangun Pusat Edukasi Kendaraaan Listrik di Indonesia

Dengan semakin berkembangnya kendaraan listrik di dunia, Toyota Indonesia mendirikan pusat pembelajaran dan pengembangan kapabilitas kendaraan elekrifikasi, xEV Center. Fasilitas itu didirikan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam menyambut era elektrifikasi kendaraan.


"Di tengah upaya Pemerintah mewujudkan kendaraan ramah lingkungan, pembangunan xEV Center oleh TMMIN berperan penting dalam mendidik dan menginspirasi masyarakat, termasuk generasi berikutnya, untuk berinovasi dan mengembangkan teknologi kendaraan elektrifikasi di tanah air. Kami berharap Toyota xEV Center dapat menjadi katalisator pengembangan teknologi dan industrialisasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia," pesan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutan tertulisnya.


Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, xEV Center merupakan bagian dari ekosistem era elektrifikasi. Menurutnya, ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah, Akademisi, dan Industri Otomotif.


"Toyota percaya mencapai Netralitas Karbon harus ada solusi praktis dan berkelanjutan melalui berbagai pilihan teknologi (multi pathway) seperti kendaraan dengan efisiensi bahan bakar tinggi, Flexi Engine (bio-fuel), HEV, PHEV, BEV, dan FCEV yang berbahan bakar hidrogren yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan kondisi Indonesia," ungkap Warih .



xEV Center ini didirikan di pabrik TMMIN Karawang 3 dengan luas 600 m2. Huruf x menunjukkan fleksibilitas kendaraan elektrifikasi sehingga dapat menggunakan berbagai pilihan teknologi baik hybrid, battery, plug in, dan juga fuell cell, sehingga xEV Center dapat mendukung advokasi publik dengan ragam informasi teknologi elektrifikasi.


Nantinya, xEV Center menjadi fasilitas edukasi yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh publik baik bagi Pemerintah, akademisi, siswa sekolah, dan masyarakat umum. Kehadiran xEV Center bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencapai lingkungan yang lebih hijau melalui kehadiran berbagai teknologi elektrifikasi di Indonesia.


Di dalam xEV Center terdapat beragam informasi terkait elektrifikasi dengan berbagai fasilitas di antaranya HEV, PHEV, BEV Showcase & Driving Experience; xEV Cut Body; xEV Main Component (Battery, Power Control Unit (PCU), Transaxle);dan Outdoor Charging Station.


Ada empat zona pengetahuan di dalam xEV Center. Zona 1 ada Inisiatif Lingkungan yang terdiri dari penjelasan mengenai kondisi lingkungan secara global. Zona 2 yaitu Teknologi yang memaparkan klasifikasi kendaraan ICE dan elektrifikasi. Lalu Zona 3 yaitu Ekosistem Hijau yang memiliki penjelasan ekosistem kendaraan elektrifikasi. Selanjutnya Zona 4 yaitu Masyarakat Berkelanjutan yaitu ringkasan kegiatan Toyota Indonesia bersama Pemerintah dan Akademisi dalam mewujudkan transformasi menuju era elektrifikasi.


Pengunjung juga bisa merasakan pengalaman berkendara menggunakan beragam jenis teknologi kendaraan elektrifikasi area Driving Experience. Ada pula asilitas pengisian ulang daya juga dihadirkan melalui Outdoor Charging Station.


"xEV Center akan menjadi Fasilitas Pembelajaran, Kapabilitas, dan Penelitian Teknologi Elektrifikasi, Energi Hijau, dan Mobilitas sebagai sarana bagi SDM Indonesia untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi dan ekosistem industri otomotif di masa depan sehingga Indonesia terus menjadi bagian penting dari industri otomotif dunia," tutup Bob Azam Direktur Corporate Affairs PT TMMIN.



Sumber : Detik.com